SDIT Bina Insani Berduka

Pagi ini kembali Bina Insani Kediri berduka. SDIT Bina Insani Kweden kehilangan salah satu siswa terbaiknya, ananda Intan Ibriliana M.W siswa kelas 6 Muhammad Hatta, putri pertama salah satu guru terbaik Bina Insani, Ustadzah Ulfa dan Bpk. Soni.
Ananda Intan dikenal sebagai siswa yang cerdas, baik dan menurut, tidak pernah membangkang kedua orangtuanya. Setiap harinya tak pernah terlewat olehnya ikut menggendong dan menjaga adiknya yang masih bayi. Kabar duka ini cukup membuat terkejut orang-orang disekelilingnya. Karena hampir tak pernah ia mengeluh sakit. Baru Selasa 25 Juli 2017 yang lalu dia mengeluh sakit kepalanya dan merasa sangat capek. Ia mulai tidak masuk sekolah hari Kamis. Kamis sore mulai mengalami muntah-muntah. Jumat olehnya ayahanda langsung dibawa ke UGD terdekat lalu dirujuk ke rumah sakit saat itu juga. Selepas dari UGD, ananda Intan langsung dirawat intensif di ruang ICU RS Bayangkara Kediri.
Ananda Intan terdeteksi gula darahnya tinggi hingga menyentuh angka 400. Analisa awal dari para dokter ia terkena diabet tipe 1 (kering). Namun tidak ada riwayat diabet sama sekali dari pihak keluarga.
Kondisi Intan tak sadarkan diri mulai Sabtu, kondisinya naik turun tidak stabil. Selasa 2 Agustus 2017 keluarga besar Bina Insani Kediri menggelar shalat istianah mulai dari PAUD, TK, SD hingga SMP yang diikuti seluruh siswa dan karyawan untuk memohonkan kesembuhan dan yang terbaik untuk ananda Intan. Rabu kondisinya mulai ada perkembangan, ia dapat merespon dengan air mata, gerak tangan dan kaki. Namun rabu malam mulai menurun lagi hingga akhirnya ananda menghembuskan nafas terakhirnya pada Kamis, 3 Agustus 2017 dini hari pada pukul 00.30.
Seluruh teman-teman dan keluarga besar Bina Insani sangat terpukul dengan kabar duka ini, karena sudah menganggap Intan sebagai anak sendiri. Semoga ananda Intan ditempatkan ditempat terbaik dan mulia disisiNya serta diberikan ketabahan kepada keluarganya.