Majelis Khairun Nisa: Peran Istri untuk Kesuksesan Suami

Majelis Khairun Nisa yang merupakan majelis pengajian ibu-ibu wali murid Bina Insani kembali mengadakan pengajian yang sudah rutin dilaksanakan tiap bulan sekali. Pada bulan ini terlaksana pada Rabu, 23 Nopember 2016 lalu bertempat di Masjid Ar-Rahmah SDIT Bina Insani Kweden. Pengajian kali ini bertemakan “Peran Istri untuk Kesuksesan Suami” yang disampaikan oleh

Ustad Marenda Darwis, seorang ustad yang aktif dan giat menyuarakan pembinaan dan pengasuhan anak dan remaja.
Ustad Marenda Darwis menyampaikan point-point materi pada pengajian kemarin sebagai berikut:

Rosulullah SAW bersabda: Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita tersebut, “Masuklah ke surga melalui pintu manapun/ yang engkau suka.” (HR. Ahmad; shahih)

? Rumah tangga rasulullah ?
❣peran istri dalam Rumah tangga (mengurus suami, mengurus anak dll)
❣setia selamanya (tidak selingkuh, tidak curhat apalagi ke lawan jenis. Jika suami salah kewajiban pertama seorang istri adalah mengingatkan,menasehati dan bersabar)
❣komunikasi (jika ada yg tidak sesuai keinginan, dibicarakan baik2)
❣romantis

⛔ Hal-hal terlarang dalam keluarga
1. Keluar tanpa izin suami
2. Mengambil harta suami tanpa izin
3. Kompak dalam kemaksiatan
4. Menceritakan Rumah tangga keluar (termasuk hub.suami istri, sekalipun itu baik/tidak mencela)
5. Jangan menceritakan lawan jenis kpd suami/istri sekalipun pasangannya tidak cemburu.

? Pastikan semuanya halal
1. Nafkah yang diperoleh suami sumbernya halal( daripada banyak haram, lebih baik halal banyak)
2. Makanan yang diberikan kepada istri dan anak halal
3. Sudah dikeluarkan zakatnya

? istri terbaik adalah istri yg patuh dan taat pada suaminya

? Laki2 terbaik adalah laki2 yg mengerti dan memahami istrinya (hadist shohih)

Dalam islam cemburu diperbolehkan.
Ada hadits yang menyebutkan..”Ada tiga orang yang Allah haramkan masuk surga yaitu: pecandu khamar, orang yang durhaka pada orang tua, dan orang yang tidak memiliki sifat cemburu yang menyetujui perkara keji pada keluarganya(dayyuts).” (HR. Ahmad)

Adapun maksud ad dayyuts sebagaimana disebutkan dalam Al Mu’jam Al Wasith adalah para lelaki yang menjadi pemimpin untuk keluarganya dan ia tidak punya rasa cemburu dan tidak punya rasa malu.

Sekian..????
Semoga bermanfaat unt semua..