Kreasi Study Visual SMPIT Bina Insani: BackPacker

Study Visual merupakan salah satu program unggulan yang ada di Bina Insani mulai dari tingkat PAUD, TK, SD hingga SMP. Ada hal yang cukup unik dari study visual yang diadakan oleh SMPIT Bina Insani Kediri kali ini. SMPIT Bina Insani melaksanakan study visual ke tempat tujuan dengan cara berbeda dari biasanya yang notebene umumnya dengan mengendarai bus dan didampingi oleh para guru. Namun kali ini siswa-siswi SMPIT Bina Insani melaksankan study visual dengan

backpacker. Wow! Apa itu? Yuk tengok dulu pengertian dari backpacker. Backpacker adalah perjalanan ke suatu tempat tanpa membawa barang-barang yang memberatkan atau membawa koper. Adapun barang bawaan hanya berupa tas yang digendong, pakaian secukupnya, dan perlengkapan lain yang dianggap perlu. Sedangkan menurut Ust. Agung Kurniawan “Backpacker merupakan perjalanan sebuah tempat untuk mencari penugasan, tempat-tempat atau alamat dengan tujuan apapun dengan cara jalan kaki atau naik motor”
Pada tanggal 17 Maret 2017 “backpacker” yang dilaksanakan oleh SMP Bina Insani, diikuti oleh siswa-siswi SMP Bina Insani kelas tujuh sampai delapan. Tujuan diadakannya kegiatan backpacker tersebut adalah agar siswa – siswi Bani Insani menjadi lebih mandiri, mampu bersosialisasi dengan baik pada masyarakat tanpa menggunakan alat komunikasi, saling memahami teman satu dengan yang lain ketika di perjalanan, mampu bekerja sama dengan kelompok, bisa berkomunikasi dengan santun, bahasa Indonesia dengan baik atau bahasa jawa (Krama), bisa manajemen waktu dengan baik(ontime), berani mengambil keputusan dengan bijak, aplikasi pembelajaran non akademik agama, matematika atau alam, menambah ilmu dari study secara lansung dari alam, mengembangkan kreativitas dalam bentuk penelitian, foto atau gambar, pemekaran pada visualnya siswa – siswi bisa belajar secara lansung tidak hanya teori.
Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 56 siswa-siswi SMP Bina Insani, yang terdiri enam kelompok. Dari campuran siswa – siswi kelas tujuh sampai delapan. Rute perjalanan mereka dari Kediri menuju Kota Blitar. Fokus tempat tujuannya adalah untuk memperkenalkan tentang Kota Blitar yaitu Stadion Blitar, Pusat Pemerintahan Kota Blitar (Kantor Walikota), Alun-Alun Blitar, Masjid Agung Blitar, Makam dan Perpus Bung Karno serta Kebon Rodjo.
Persiapan yang dilakukan oleh guru–guru Bina Insani untuk membekali siswa-siswinya adalah menguatkan mental anak–anak, mengkondisikan anak yang satu dengan yang lain, memberikan budget (modal). Dan hal tersebut sangat berpengaruh untuk siswa – siswi Bina Insani dalam perjalanan, mereka fokus pada tugas-tugas yang telah menjadi tanggung jawabnya bukan hanya mengeluh dalam perjalanan. Mereka menjadi lebih tanggung jawab saling menjaga dengan yang lain, mengamalkan membaca Al-Qur’an satu juz dalam perjalanan agar lebih maslahah.
Harapan kedepannya dari Ust. Agung Kurniawan adalah “Agar backpacker selanjutnya yang lebih rumit atau menantang lagi. Dengan cara tidak memberikan modal kepada siswa – siswinya, tempat yang lebih jauh misalnya Surabaya”. Karena hal tersebut sangat bermanfaat untuk siswa-siswinya lebih berpengalaman, tanggung jawab dan mandiri serta menajamen secara baik.