Family Gathering dan Pembagian Hasil Belajar Tengah Semester 1

Pembagian hasil belajar siswa pada umumnya dilakukan disekolah dan diambil oleh salah satu walimurid. Namun suasana berbeda terlihat dikeluarga besar SDIT Bina Insani Kweden, Kabupaten Kediri. Sekolah nampak sepi. Hasil belajar siswa dibagikan pada hari Minggu, 15 Oktober 2017 diluar sekolah bersama-sama dengan seluruh anggota keluarga. Ada yang mengajak ayah, ibu, kakek, nenek, tante, paman, adik, kakak semuanya tumpah riuh ikut bersama-sama mengantarkan ananda mengambilkan hasil belajarnya di tengah semester pertama. Seluruh anggota keluarga berbondong-bondong ke area wisata dan kolam renang Bendungan Waru Turi, Kecamatan Gampeng Rejo, Kabupaten Kediri.
Selain pengambilan hasil belajar, seluruh ananda juga mendapatkan bingkisan hadiah kecil dari sekolah untuk menambah semangat belajar. Anggota keluarga yang turut serta pun dapat ikut berbahagia karena mereka tergabung dalam acara family gathering yang dilaksanakan usai pengambilan hasil belajar. Family Gathering merupakan program unggulan Bina Insani yang diadakan tiap satu tahun sekali. Kapan lagi ya seluruh anggota keluarga besar bisa ngumpul bersama kalau bukan pada event-event seperti ini? Ribuan orang terkumpul di waktu dan arena yang sama ikut bersenang-senang bermain bersama anak-anak dan seluruh anggota keluarga. Anak-anak senang, ayah bunda pun turut senang karena jarang-jarang mereka dapat menemani ananda bermain bersama. Karena dalam acara family gathering ini ada banyak permainan yang dilakukan bersama seluruh anggota keluarga seperti permainan berbaris bersama, menyambung rantai manusia, permainan kelereng, memindahkan potongan sedotan, yel-yel, sarung bergerak, dan masih banyak lagi. Tentunya ada permainan yang maknawi juga lho yaitu menguji hafalan ananda dan ayah bunda. Selain itu peserta family gathering pun juga dapat kado dari keluarga hadir pada sesi tukar kador. Seru dan heboh pastinya.
Hidangan sajiannya dalam Family Gathering ini pun menarik yaitu makanan tradisional.Hal ini dimaksudkan agar anak-anak juga mengenal dan turut melestarikan jajanan tradional seperti cenil, lopis, kelepon, getuk, tiwul, kacang-kacangan dan umbi-umbian.